Kehadiran mobil laboratorium PCR ini disebut mampu meningkatkan kecepatan pengetesan sampel swab terduga pasien corona.
“Dengan PCR yang cepat, maka ketepatan yang terkonfirmasi lebih cepat. Tapi tentu, dengan PCR cepat, positif lebih banyak, diharapkan nanti isolasi dan perawatan lebih tepat,” ujarnya.
“Jadi kalau hanya PCR saja tanpa langkah lanjutan, percuma. Jadi kita lakukan PCR, kita isolasi, kita treatment. Makanya itu satu paket, diagnostik PCR dengan rumah sakit lapangan itu satu paket,” imbuh Joni kembali.
Sebagai informasi hingga Minggu sore 31 Mei 2020 pasien positif corona di Jawa Timur bertambah 244 kasus menjadi 4.857 kasus.
(Awaludin)