BEKASI - Usai Hari Raya Idul Fitri, kluster baru kasus Covid-19 muncul di Bekasi, Jawa Barat. Tujuh orang warga yang diduga terpapar positif Covid-19 di satu lingkungan rukun tetangga (RT).
Akibatnya, ratusan warga lainnya terpaksa diisolasi. Petugas kesehatan dari dinas kesehatan dan puskesmas setempat terus melakukan tracing dengan menggelar tes PCR di lingkungan setempat.
Kawasan RT 03 RW 03 Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat terpaksa diisolasi dan ditutup aksesnya. Dampak isolasi, lingkungan ini sangat lengang. Warga yang hendak beraktifitas tidak bisa mengakses ke dalam karena akses jalan ditutup sementara.
Ketujuh orang warga Jatibening Baru ini diduga terpapar Covid-19 akibat berinteraksi dengan seorang pedagang sayur. Hal ini diceritakan oleh salah satu petugas kelurahan Jatibening Baru yang enggan disebut namanya.
Baca juga: Sempat Jadi Cluster Baru Sidoarjo, Kasus Corona di Desa Waru Kini Tinggal Satu
Petugas ini menceritakan, sebelumnya satu orang pedagang sayuran berinisial G merasa sakit dan dilakukan perawatan di Rumah Sakit Harum, Jakarta. Tetapi, karena tidak memiliki biaya akhirnya dibawa pulang kembali. Kemudian sampai di rumah tetap merasakan sakit.
Oleh pihak aparatur setempat akhirnya dirujuk ke Rsud Kota Bekasi dan dilakukan tes PCR dan swab yang hasilnya adalah positif. Dengan cepat petugas melakukan tracking warga sekitar yang telah kontak dengan dia.
Paska dilakukan tes sebanyak 27 orang, akhirnya didapati enam orang dinyatakan positif. Sehingga total warga di Kelurahan Jatibening Baru ada tujuh yang dinyatakan positif. Namun dari ketujuh orang hanya empat yang berkenan dirawat di rumah sakit dan sisanya memilih melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing .
Hingga kini, petugas dari dinas kesehatan dan Puskesmas Kelurahan Jatibening Baru masih terus melakukan tes secara berkala ke seluruh warga. Usai tes, satu ambulan kembali datang dan menjemput satu orang wanita yang diduga turut terpapar positif Covid-19.
Sayangnya, terkait kasus ini, hingga saat ini tidak ada satupun petugas baik dari ketua RT, RW, Kelurahan Jatibening Baru dan petugas kesehatan yang berkenan memberikan keterangan kepada awak media.
(Widi Agustian)