DPRD Karanganyar Minta Kebijakan Uji Coba Buka Sekolah Dikaji Ulang

Bramantyo, Jurnalis
Selasa 02 Juni 2020 19:08 WIB
Ilustrasi. Foto: Okezone
Share :

KARANGANYAR - Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo meminta Bupati setempat, Juliyaymono untuk bersabar atau meninjau kembali rencananya untuk melakukan uji coba sekolah dibuka kembali pada 8 Juni hingga 19 Juni 2020.

Menurut Bagus Selo, secara nasional belum ada daerah yang melakukan uji coba sekolah tatap muka. Sehingga sangat sarat risiko bila hal itu benar-benar dilakukan.

Apalagi, berdasarkan keputusan Gugus Tugas Pusat Percepatan Penanganan Covid-19, hanya 102 dari 23 provinsi saja yang direkomendasikan untuk program new normal secara nasional.

Khusus Jawa Tengah, baru Tegal saja yang telah direkomendasikan Gugus Tugas Covid-19 masuk zona hijau.

Baca Juga: Pemkab Karanganyar Ujicoba Pelajar Kembali Sekolah Mulai 8 Juni 

"Pak Bupati sebaiknya sabar dulu, jangan terburu-buru. Mohon dikaji ulang, apakah benar-benar kebijakan uji coba sekolah sistem tatap muka tersebut itu benar-benar mendesak," ujar Bagus Selo, Selasa (2/6/2020).

Bagus Selo menuturkan pihaknya masih sangat mengkhawatirkan risiko utama bila uji coba sekolah tatap muka itu benar-benar diterapkan. Meskipun sudah diterapkan protokol kesehatan, sangat sulit mengendalikan anak-anak untuk tidak saling berdekatan, apalagi pada tingkat sekolah dasar.

"Namanya anak kecil, SD, apalagi lama tak bertemu, akan susah dikendalikan terutama saat di luar kelas, padahal itu berbahaya kalau sampai bersentuhan" terangnya.

Namun di satu sisi, Bagus Selo bisa memahami terobosan yang dilakukan Bupati Juliyatmono guna mengatasi kepenatan serta kebuntuan dunia pendidikan, terutama murid sekolah akibat libur panjang dan hanya belajar online.

Baca Juga: Muhammadiyah Sebut Masak Anak Jadi Uji Coba! 

Seperti yang pernah diberitakan Okezone, Pemkab Karanganyar siap memberlakukan uji coba sekolah bergilir sistem tatap muka pada kalender yang ditetapkan 8-19 Juni.

Meskipun rencana tersebut mendapatkan reaksi dari ormas keagamaan Muhammadiyah Karanganyar yang meminta agar anak jangan dijadikan uji coba.

 

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya