Swedia Pertahankan Strategi Kontroversial untuk Tangani Virus Corona

Agregasi VOA, Jurnalis
Kamis 04 Juni 2020 08:38 WIB
Warga Stockholm tetap berkumpul meski ada wabah virus corona. (Foto/Euro News)
Share :

STOCKHOLM - Kepala pakar epidemiologi Swedia, Rabu (03/06) mempertahankan strategi kontroversial tentang Covid-19, di mana Swedia tidak pernah sepenuhnya menutup negara itu, namun mengakui negara itu seharusnya dapat melakukan beberapa hal dengan lebih baik.

Tidak seperti beberapa negara tetangganya di Eropa dan sebagian besar di dunia, Swedia mengandalkan kesadaran dan tangggung jawab tiap orang sebagai warga negara. Pihak berwenang menyarankan warga untuk menjaga jarak sosial, tetapi sejumlah sekolah, bar dan restoran tetap buka. Hanya pertemuan yang dihadiri lebih dari 50 orang dilarang.

Strategi itu menjadikan jumlah kematian per kapita Swedia akibat COVID-19 merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Dalam sebuah jumpa pers, ahli epidemiologi Badan Kesehatan Masyarakat Swedia, Anders Tegnell mengakui bahwa akan selalu ada "kemungkinan di mana situasi itu seharusnya dapat ditangani lebih baik dari yang kita lakukan sekarang, sambil kita belajar lebih banyak dari pengalaman."

Namun, Anders mengatakan Swedia masih yakin strategi itu tepat dan sangat baik dalam menahan penyebaran infeksi pada tingkat yang bisa ditangani oleh sistem layanan kesehatan yang ada. Hal itu memungkinkan sekolah tetap berjalan, yang menurutnya sangat penting bagi masyarakat Swedia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya