JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa Magnitudo 6,0 yang terjadi di Pulau Saringi, Nusa Tenggara Barat pada Rabu (3/6/2020) malam akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.
"Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dalam akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun dan mendatar (oblique normal fault)," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangannya, Rabu (3/6/2020).
Rahmat menekankan, gempa yang dirasakan hingga Denpasar, Kuta, Mataram dan Lombok Barat ini tidak berpotensi tsunami. Hasil monitoring BMKG pun belum menunjukkan adanya gempa susulan.
"Hingga hari Rabu, 03 Juni 2020 pukul 23.25 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," ujarnya.