JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat angka korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 tidak mengalami penambahan. Sementara itu, jumlah pengungsi mulai menurun.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan hingga 30 Agustus 2026 atau 16 hari setelah terjadi gempa, total korban meninggal tercatat sebanyak 111 orang.
“Setelah terjadi gempa, kami juga mendapatkan laporan korban jiwa yang meninggal dan yang luka-luka. Per hari ini dan dari beberapa hari yang lalu kami tidak memperoleh lagi laporan adanya korban meninggal baru sehingga total yang meninggal adalah 111 orang dan kami tetap menyampaikan rasa belasungkawa kami atas meninggalnya warga Indonesia yang sangat kita cintai ini,” kata Berton saat konferensi pers, Minggu (30/8/2026).
Berton mengatakan jumlah korban luka akibat gempa mencapai 1.631 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 223 orang mengalami luka berat dan 1.408 orang mengalami luka ringan.
Sementara jumlah pengungsi saat ini tercatat sebanyak 188.161 jiwa. Para pengungsi terutama terkonsentrasi di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai Timur, dengan jumlah masing-masing lebih dari 50.000 jiwa.
Adapun jumlah rumah yang mengalami kerusakan mencapai 95.567 unit. BNPB masih akan melakukan verifikasi untuk memastikan kategori kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat.
“Seperti yang kami di awal sampaikan di awal tadi bahwa jumlah pengungsi hari ini kami mendapat informasi sebesar 188.161 jiwa dan ini turun 4.142 orang, ini berasal dari Kabupaten Nagekeo, Manggarai Timur dan Ngada,” ujar Berton.