JAKARTA - Anggota Kopassus ternyata pernah mengguncang dunia saat tergabung dalam Kontingen Garuda (Konga) III. Prajurit Baret Merah ini berhasil menaklukan 3.000 personel pasukan pemberontak Kongo pada 1962.
Saat itu, prajurit Kopassus menyamar sebagai hantu putih lantaran mendapatkan informasi bahwa pasukan pemberontak memiliki kepercayaan mistis dengan takut kepada hantu putih dengan bau bawang yang menyengat.
Dikisahkan oleh Letjen (Purn) Kemal Idris, Komandan Pasukan Perdamaian Indonesia di Kongo saat itu, dalam buku biografinya berjudul “Kemal Idris, Bertarung dalam Revolusi” terbitan Sinar Harapan.
Persatuan Bangsa Bagsa (PBB) saat itu memerintahkan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Negara Republik Demokratik Kongo, Afrika.
Maka dikirimkan pasukan perdamaian Indonesia diberi nama Kontingen Garuda III (Konga III). Anggotanya diambil dari Batalyon 531 Raiders, satuan-satuan Kodam II Bukit Barisan, Batalyon Kavaleri 7, dan unsur tempur lainnya, termasuk Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD.
Pasukan Konga III dipimpin Kemal Idris yang saat itu masih berpangkat Brigjen TNI. Sebanyak 3.457 tentara Konga III berangkat dengan pesawat pada Desember 1962. Mereka ditugaskan di Albertville, Kongo selama 8 bulan di bawah naungan United Nations Operation in the Congo (UNOC).
Daerah itu menjadi medan operasi pasukan KONGA III dan terkenal sangat berbahaya. Pasalnya, milisi pemberontak dengan pimpinan Moises Tsombee kerap membuat kekacauan di sana. Selain itu, para pemberontak juga berusaha untuk merebut daerah tersebut karena kaya akan sumber daya mineral.
Satu ketika markas KONGA III yang berisi 300 personel diserbu 2.000 personel pasukan pemberontak Moises Tsombe. Mereka mengepung markas KONGA III. Pasukan KONGA III mati-matian mempertahankan markasnya. Baku tembak sengit tak terhindarkan saat dini hari.