BANTUL - Saat penerapan new normal, guru dan tenaga medis akan banyak dibutuhkan. Dua profesi ini dibutuhkan karena sistem pendidikan dan kesehatan dimungkinkan akan berubah, dikutip Krjogja.
“Konsekuensinya membutuhkan biaya tinggi, namun tak ada pilihan lain kita harus tetap melaksanakan kehidupan New Normal ini,” jelas Wakil Bupati Bantul, H Halim Muslih.
Dengan konsep normal baru yang rencananya memberlakukan sistem shift pada siswa yang masuk sekolah atau memakai gedung baru dengan jarak tertentu membutuhkan tambahan tenaga pendidik lebih banyak. Selain itu konsep normal baru juga sangat berisiko pada potensi penularan.
“Ini membuat potensi penambahan sarana dan tenaga kesehatan tinggi. Karena new normal sangat berisiko. Sarana kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit harus ditingkatkan kapasitasnya sebagai upaya antisipasi apabila banyak warga yang terpapar Covid-19,” jelasnya.
Sementara itu, sampai saat ini Kabupaten Bantul belum dinyatakan bebas penularan Covid-19, sehingga belum ada pembebasan masjid untuk melakukan salat berjamaah, termasuk salat Jumat.