Air laut di perairan Probolinggo pasang dan meluber ke permukiman warga, melalui tanggul pembatas pantai yang jebol.
“Untuk menahan air agar tidak masuk ke dalam rumah, warga biasanya membuat tanggul dari pohon pisang yang dipasang di pintu rumah.” ujar Salu, salah satu warga terdampak banjir rob.
“ Sebenarnya tidak apa-apa, tapi mengganggu, hendak keluar rumah malas banjir dan kalau surut harus bersih-bersih rumah karena rumah kotor,” ucapnya.
“warga hanya bertahan di teras rumah, memantau perabotan agar tidak terendam banjir dan kalau surut baru bersih-bersih,” tambahnya.
(Qur'anul Hidayat)