SEATTLE – Seorang pria ditangkap setelah mengemudikan mobilnya ke barikade di sebuah demonstrasi memprotes kebrutalan polisi di Capitol Hill, Seattle. Pengemudi itu dilaporkan menembakkan pistol, yang melukai satu orang sebelum melarikan diri dari tempat kejadian.
Video dari insiden itu menunjukkan pria itu menabrak barikade polisi selama demonstrasi George Floyd di Seattle pada Minggu (7/6/2020). Sekira selusin demonstran bergegas menuju mobilnya dan mulai memukulinya, sebelum berhamburan setelah lelaki itu tampaknya menembakkan senjatanya ke luar jendela.
Dia kemudian keluar dari kendaraan dengan pistolnya ditarik ketika para demonstran berhamburan. Dia ditangkap tak lama kemudian oleh polisi.
Departemen Pemadam Kebakaran Seattle melaporkan bahwa satu orang tertembak di persimpangan 11th Ave. dan Pine St, tempat insiden itu terjadi. Seorang korban pria telah dibawa ke rumah sakit dan dalam kondisi stabil, demikian laporan dari departemen tersebut sebagaimana dilansir RT, Senin (8/6/2020).
Polisi mengonfirmasi bahwa mereka telah "menemukan pistol" setelah membawa tersangka ke tahanan.
Video footage of man driving his car into #BlackLivesMatter protest in Seattle and shooting a man through the window before he flees. #seattle #seattleprotest pic.twitter.com/3iUI7eKEye
— SeanNyberg (@SeanNyberg) June 8, 2020
Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai kejadian itu, tetapi spekulasi beredar di media sosial saat banyak yang mengatakan bahwa pria itu tampaknya langsung menuju ke polisi setelah melepaskan beberapa tembakan. Identitas tersangka yang menabrak barikade, serta motifnya, belum diketahui.
Sebuah wawancara di tempat dengan korban penembakan mengungkapkan korban mengetahui wajah penyerangnya.
Ketika ia dibawa pergi dari tempat kejadian oleh para responden darurat, pria itu mengatakan bahwa ia segera bergegas ke mobil dan “meninju (penembak) di wajahnya” sebelum pistolnya meletus.
“Saya menangkapnya dan saya meninju wajahnya. Saya mendengar suara tembakan di lengan saya... Semua hal saya adalah untuk melindungi orang-orang di sana,” kata korban yang tidak disebutkan namanya.
Meski beberapa protes yang telah terjadi Amerika Serikat (AS) dalam dua pekan terakhir setelah pembunuhan polisi George Floyd di Minneapolis telah berubah menjadi kekerasan, demonstrasi akhir pekan ini berlangsung damai sebelum insiden pada Minggu itu.
(Rahman Asmardika)