Ketika Bupati Bengkulu Selatan Nyamar Jadi Pedagang Sayur

Demon Fajri, Jurnalis
Senin 08 Juni 2020 18:02 WIB
Bupati Bengkulu Gusnan Mulyani menyamar jadi pedagang sayur. Foto: Istimewa
Share :

BENGKULU - Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi menyamar menjadi pedagang sayuran di Pasar Tradisional Ampera, Kota Manna, Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu.

Orang nomor wahid di Bengkulu Selatan itu berjualan berbagai macam sayuran, seperti unji atau kecombrang serta sayuran lainnya. Saat berjualan Gusnan mengenakan pelindung wajah face shield (pelindung wajah) dan masker.

Selain itu, saat berjualan secara emperan bupati yang akrab disapa Gundul itu mengenakan baju berwarna gelap dan celana panjang. Gusnan pun berjualan layaknya pedagang lainnya.

Dalam video viral berdurasi sekira 01.33 menit, Gusnan berteriak sembari memukul-mukul barang yang berbahan plastik untuk mempromosikan jualannya.

Gusnan sempat menawarkan dagangannya ke ibu-ibu yang merupakan salah satu pengunjung pasar. Namun ibu-bu itu tidak menghiraukan tawaran dari Gusnan.

Baca Juga: Berita Baik, 41 Pasien Covid-19 di Bengkulu Dinyatakan Sembuh 

Dalam video itu juga beberapa ibu-ibu tampak sibuk memilih dagangan sayur yang didagangkan Gusnan.

“Unji-unji (Kecombrang), lahang-lahang (jengkol tua). Laris manis, laris manis. Silakan buk, unji Rp15 ribu per kilo,'' ucap Gusnan dalam video yang beredar luas di media sosial itu, Minggu (7/6/2020).

Dikonfirmasi, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi mengatakan video tersebut merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat di Kabupaten Bengkulu Selatan, khususnya pedagang di daerah Pasar Ampera.

Kata dia, pedagang yang berjualan musti mengenakan alat pelindung diri seperti masker. Kemudian mesti rajin mencuci tangan serta menjaga jarak antar-pedagang atau antar-pengunjung serta antara pengunjung dengan pedagang.

“Itu bagian dari pembuatan video edukasi, di mana pegagang yang berjualan harus mengenakan masker, mencuci tangan, dan jaga jarak antara pedagang. Begitu juga pedagang dan pembeli juga harus menjaga jarak saat bertransaksi,” kata Gusnan, saat dikonfirmasi okezone melalui sambungan telefon, Minggu (7/6/2020).

Saat berjualan di Pasar Tradisioanl Ampera, kata Gusnan, dirinya menjual bermacam-macam jenis sayuran. Mulai dari jengkol tua, rebung, unji serta sayuran kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga: Langkah Strategis Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Bengkulu 

Gusnan menyampaikan, jika pedagang yang berjualan di pasar tidak mengenakan masker, maka pembeli dianjurkan tidak membeli barang dagangannya. Begitu juga dengan pembeli yang tidak mengenakan masker dan tidak mencuci tangan, agar pedagang tidak melayani.

“Pedagang juga harus menjaga jarak, begitu juga dengan pembeli. Mereka yang ingin masuk ke pasar juga harus mencuci tangan. Kalau ada masyarakat yang ingin berbelanja di pasar tanpa mengenakan masker maka pedagang tidak akan melayani,'' demikian pesan Gusnan.

 

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya