KOTA MALANG - Pasca-berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan memasuki masa transisi new normal, sejumlah bus tujuan Surabaya dari Terminal Arjosari Malang, Jawa Timur sudah mulai beroperasi per hari ini, Selasa (9/6/2020).
Berdasarkan data hingga Selasa pagi pukul 08.00 WIB, terdapat tiga bus ke Surabaya berangkat dari Terminal Arjosari dengan total penumpang 14 orang dan dua keberangkatan bus dengan penumpang lima orang dengan tujuan Terminal Osowilangun Surabaya. Sedangkan untuk bus rute lain yang berangkat menuju Probolinggo hanya ada dua bus dengan lima penumpang.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan Senin 8 Juni 2020 kemarin, di mana bus rute Surabaya tidak beroperasi sepenuhnya.
Namun dari pantauan di lapangan, tampak beberapa jalur keberangkatan bus arah Surabaya dan rute lain masih tampak sepi. Satu bus dari PO Tentrem yang keluar dari terminal mengarah ke Surabaya hanya diisi segelintir penumpang saja. Sementara satu bus arah ke Banyuwangi pun tampak hanya tiga penumpang yang ada di dalamnya.
"Mulai hari ini, bus arah Surabaya sudah mulai beroperasi tapi masih sepi. Kalau yang terbanyak tetap ke arah Probolinggo, karena di sana kan tidak PSBB. Kalau kemarin Probolinggo dua bus penumpangnya cuma lima dari Arjosari," ujar Kepala Terminal Arjosari Agus Rustandi kepada okezone.
Meski telah beroperasi, pemberlakuan protokol kesehatan Covid-19 tetap diberlakukan sejak kedatangan penumpang di Terminal Arjosari hingga masuk ke dalam busnya.
"Kalau protokol kesehatan tetap kita atur, datang ke terminal mencuci tangan, memakai masker, masuk bilik sterilisasi antiseptik, dan didata menunjukkan surat keterangan sehat. Tempat duduk di dalam bus juga diatur, hanya memuat 50 persen dari kapasitas maksimal," terangnya.
Kendala yang dihadapi yakni pihaknya kesulitan memantau bila ada penumpang yang naik dari luar area terminal, mengingat bus - bus tersebut ketika keluar terminal bukan lagi menjadi wewenangnya.
"Kalau di jalan tidak bisa ngawasi lagi, karena ada penumpang yang naik dan turun di luar di perjalanan, tapi kalau di terminal masih bisa kita monitor," bebernya.
Agus meminta penumpang harap bersabar menunggu karena interval waktu tunggu keberangkatan yang lama dan tidak seperti biasanya. Selain itu, ia meminta kru bus juga tetap menaati protokol kesehatan demi keselamatan semuanya.
"Saya minta penumpang dan kru bus tetap mematuhi protokol kesehatan, serta penumpang sabar menunggunya lama, karena kapasitasnya juga hanya separuhnya, jadi interval keberangkatannya agak lama," tukasnya.
Sebagai informasi, masa PSBB di Surabaya sendiri telah resmi tak diperpanjang. Tiga daerah di Surabaya raya resmi memasuki masa transisi pasca-PSBB sejak Selasa 9 Juni 2020 hingga Senin 22 Juni 2020 mendatang.
(Arief Setyadi )