Dia menjelaskan, risiko menjadi dokter memang sangat tinggi di masa pandemik Covid-19 ini. Sehingga, FK Unair memberikan penghormatan yang sebesar-besarnya atas perjuangan dr Miftah.
“Meski tengah belajar, dr Miftah tidak gentar jika harus melakukan tugasnya mengobati pasien Covid-19. Dr Miftah berdedikasi tinggi dalam penanggulangan Covid-19 ini," pungkas dia.
Sementara berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, jumlah kasus positif terinfeksi di Jawa Timur mencapai 6.806 Positif, 530 di antaranya meninggal dunia dan 1.681 sembuh.
(Abu Sahma Pane)