Pidato Pendeta Indonesia dalam Demonstrasi AS dapat Kecaman di Dalam Negeri

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 12 Juni 2020 15:40 WIB
Pendeta Oscar Surjadi saat berpidato di depan massa demonstran di Portland. (Foto: YouTube/Woles Aja)
Share :

PIDATO seorang pastor Indonesia di depan masa pengunjuk rasa demonstrasi anti-rasisme di Portland, Amerika Serikat (AS) justru menuai kecaman warganet di dalam negeri. Dalam pidatonya, Pendeta Oscar Surjadi dianggap menjelek-jelekkan Indonesia.

Pidato Pendeta Surjadi di Portland Blessing Church pada Kamis pekan lalu (4/6/2020) dan menjadi viral di media sosial. Kepada massa demonstran, Pendeta Oscar mengaku melarikan diri dari diskriminasi yang dia alami di Indonesia.

"Saya datang ke AS—bukan untuk ini. Saya lahir di Indonesia dan saya tahu apa artinya (mengalami) prasangka dan diskriminasi."

Video: YouTube/Woles Aja.

“Saya pikir saya (melarikan diri) Indonesia, dan saya datang ke sini agar saya bisa bernapas dengan kebebasan. Tetapi saya melihat apa yang telah terjadi beberapa hari lalu dan sejak pekan lalu, dan hati saya meleleh," kata Oscar dalam pidatonya.

Pidato itu segera mendapat reaksi keras dari warganet di Indonesia, dengan beberapa pengguna Twitter menuduhnya sebagai “pengkhianat bangsa”, sebagian menudingnya sebagai provokator.

“@KjriNewYork @KBRIWashDC .. kalian cape2 promosiin indonesia itu baik, ramah, aman.. dn satu org ini cari panggung buat sebar berita busuk dn jahat,” tulis pengguna @beruangM3r4H.

Diwartakan Sindonews, Pastor Oscar diketahui lahir di Jakarta. Dia meninggalkan sekolah bisnis dan meninggalkan kariernya di New York untuk menghadiri Philadelphia College of Bible di Philadelphia, Pennsylvania, pada tahun 1995. Sejak itu, dia menjadi agamawan di Amerika.

Berdasarkan situs web resmi gereja Portland City Blessing Church di Portland, Oregon, sejak 1998.

Dalam wawancara dengan Voice of America (VOA), Pastor Oscar mengatakan bahwa dia tidak menjelekkan Indonesia dalam pidatonya tersebut.

“Kalau mereka melihat keseluruhannya, dari awal dan akhir, saya itu sebenarnya tidak menjelekkan Indonesia,” kata Pastor Oscar.

Video: YouTube/VOA Indonesia.

Dia mengatakan bahwa dia ingin mengajak para demonstran untuk mempunyai sikap yang elegan dalam melakukan protes dan tidak melakukan perusakan dalam menyampaikan tuntutan mereka.

“Saya mengatakan bahwa apa yang Anda alami saya pernah alami, tetapi itu dulu. Mari yuk kita bikin sesuatu yang elegan, yang damai, suara kita dikemukakan, tapi jangan sampai merusak.”

“Kalau kata-kata saya mengganggu atau meruncing atau mempertajam, saya sebagai Hamba Tuhan tidak pernah maksud demikian,” jelasnya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya