Gagal Panen karena Diterjang Banjir Bandang, Padi Milik Warga Kini Rata dengan Tanah

Era Neizma Wedya, Jurnalis
Sabtu 13 Juni 2020 15:30 WIB
Banjir bandang terjang puluhan hektare sawah di Lubuklinggau. Foto: Istimewa
Share :

LUBUKLINGGAU - Puluhan hektare sawah milik warga di Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Lubuklinggau, rusak parah akibat diterjang banjir bandang.

Padi yang sudah menguning dan sedianya siap dipanen kini rata dengan tanah karena bencana tersebut. Banjir diduga luapan air dari Sungai Kasie Ulu di Wilayah Blumai, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Seorang warga setempat Joni Syamsuri (35) mengatakan, bahwa kejadian Banjir Bandang tersebut terjadi tadi malam, Jumat 12 Juni 2020.

"Kejadiannya tadi malam pak. Banjir Bandang ini akibat debit Sungai Kasie dari arah Rejang Lebong meluap," kata Joni pada Sabtu (13/6/2020).

 

Akibat kejadian ini ia dan petani-petani lainnya dipastikan akan merugi, pasalnya sebagian tanaman padi rusak sehingga dipastikan gagal panen.

"Kalau rugi sudah pasti. Karena memang lahannya ini sudah ditanami padi. Namun mau gimana lagi sudah terjadi. Kejadian ini sudah dicek langsung oleh pihak terkait," ungkapnya.

Baca Juga: Terendam Banjir, Sawah 3,5 Hektare di OKU Selatan Terancam Gagal Panen 

"Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi agar kejadian ini tidak lagi terjadi. Pasalnya lahan ini menjadi lokasi pertanian warga setempat," harapnya

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau oleh Dedi Yansyah saat dikonfirmasi adanya banjir bandar tersebut. Menurutnya sekitar 50 hektare sawah yang diterjang banjir bandang.

 

"Mereka dari Kelompok Tani Swadaya, Suka Maju, Sri Sekar Tanjung, Harapan Makmur yang berada di Kelurahan Lubuk Tanjung," katanya.

Menurut Dedi, sawah tersebut memang sudah siap panen, namun dari hasil pantauan, dijelaskannya, diperkirakan 60 persen padi masih bisa dipanen.

Ia menjelaskan banjir itu merupakan air kiriman dari Sungai Kasie Ulu di Daerah Blumai Kabupaten Rejang Lebong, dan ia berharap dinas terkait dapat mencari tahu apa penyebab banjir kiriman ini.

"Kasian, warga di sini yang menjadi korban banjir kiriman, coba pihak terkait di sana agar dapat dicek apa penyebabnya," tegasnya.

Akibat dari banjir ini, saluran irigasi juga rusak parah. Dedi menuturkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan di Dinas Pengairan Pekerjaan Umum Kota Lubuklinggau untuk mengatasi masalah irigasi tersebut.

Dedi menambahkan sawah tersebut masih bisa berproduksi, namun irigasinya mesti diperbaiki. "Kalau kita, jika warga ingin produksi sawahnya, kita siap memberikan bantuan benih," tutupnya.

 

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya