Doni Monardo Akui Banyak Masyarakat yang Belum Paham New Normal

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Rabu 17 Juni 2020 13:12 WIB
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo
Share :

JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo menerangkan bahwa pandemi virus corona (Covid-19) belum berakhir.

Ia pun meyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal new normal atau kenormalan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan.

"Bapak Presiden dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan 'tugas kita belum berakhir, beradaptasi bukan berarti menyerah, apalagi kalah. Tetapi mengubah perilaku dengan kebiasaan-kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan'. Dan ini yang sering diucapkan, yaitu new normal," kata Doni dalam rapat dengar pendapat di DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Doni mengamini bahwa new normal belum sepenuhnya dipahami masyarakat, terutama mereka yang ada di daerah. Ia pun mendorong agar tokoh-tokoh di daerah bisa menggunakan bahasa yang tepat dan mudah dipahami masyarakat di daerah tersebut.

"Ada sebagian masyarakat yang menganggap new normal ini berarti bisa kembali beraktivitas seperti sebelum kejadian tanggal 13, atau sebelum ditetapkannya status pandemi oleh pemerintah. Tentu ini mengkhawatirkan," ujarnya.

Menurut Doni, setiap daerah mempunyai cara-cara yang berbeda, termasuk bahasa yang berbeda pula dalam memahami apa itu kenormalan baru.

Baca Juga : Bebas dari Penjara, Nazaruddin Temui Istri dan Anak di Jakarta

Mantan Danjen Kopassus itu meminta agar kepala daerah bisa memberikan penjelasan soal new normal yang mudah dipahami masyarakat.

"Demikian juga istilah-istulah social distancing, physical distancing, harus mampu diterjemahkan oleh para pemimpin di daerah dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat," tandasnya.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya