Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Sawaldi, mengatakan tengah mengkaji mendalam sejarah benda-benda tersebut. Diduga, artefak-artefak tersebut merupakan peninggalan budaya dan sejarah era kerajaan Kediri.
“Kami tetap bekerjasama dengan TACB Sragen untuk pengkajiannya. Ini masih umum. Untuk eksplorasi juga kami masih menunggu keputusan dari Bupati Karanganyar. Soalnya, kalau tidak ada izin itu kami juga tidak bisa melakukan penggalian mendalam. Tentunya juga atas seizin warga,” kata Sawaldi.
Saat ini tersisa 10 artefak masih diamankan Pemdes Pulosari. Jika ditemukan lagi artefak dari proses gali kuburan, ia memintanya disimpan.
(Awaludin)