“Korban meninggal akibat DBD rinciannya, satu orang warga Kecamatan Kartasura, dua orang warga Kecamatan Gatak dan terakhir satu orang warga Kecamatan Tawangsari,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, dilihat dari perkembangan data diketahui terjadi grafik peningkatan jumlah penderita dan korban meninggal dunia akibat DBD.
Data DKK Sukoharjo diketahui pada awal Mei lalu jumlah penderita DBD hanya 68 orang, namun meningkat pada awal Juni menjadi 109 orang dan tiga orang diantaranya meninggal dunia. Peningkatan terus terjadi pada pekan kedua Juni menjadi 131 orang dan empat orang diantaranya meninggal dunia.
Peningkatan kasus DBD tersebut menjadi perhatian DKK Sukoharjo mengingat cukup menonjol. Terlebih lagi kasus DBD muncul ditengah pandemi virus corona. Karena itu petugas meminta pada masyarakat untuk selalu waspada terhadap semua kemungkinan terjangkitnya penyakit.
(Awaludin)