TANGERANG SELATAN - Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan broadcast berisi perintah pengumpulan data pegawai ASN dan non-ASN yang bertugas di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Tertera keterangan, jika permintaan itu merupakan hasil rapat bersama antara Wali Kota Airin Rachmi Diany dan jajaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Broadcast itu tersebar di internal whatsapp grup Kelurahan Jurang Mangu Timur, Pondok Aren. Penyebarnya terlihat berasal dari nomor Sekretaris Kelurahan (Sekel) Jurang Mangu Timur bernama Sidik.
Selain meminta data berupa KTP dan nomor telepon, pesan tersebut juga meminta para Lurah, Sekel, hingga RT dan RW mencarikan koordinator TPS menjelang Pilkada Desember 2020.
Berikut isi broadcast yang diteruskan oleh Sekel Sidik ;
"Yth, Seluruh lurah/sekel hasil rapat td camat, ibu wali, pak wakil dan OPD terkait bahwa lurah/sekel segera melaporkan :
1. data pegawai mulai dari lurah sekel kasie dan staf lengkap dengan ktp & no HP (ket. ya.abu2.tdk).
2. data RT & RW lengkap dgn ktp dan no HP (ket.ya.abu2.tidak).
3. data tokoh (ada Tomas, Toga, Topeng), dll lengkap dgn ktp dan nomor HP (ket.ya.abu2.tidah.
4. Bantu mencari kort tps, hari Jumat, 19 Juni 2020. Dikumpulkan lewatdf.
DUM. terimakasih atas kerjasamanya,"
Bawaslu Tangsel langsung menelusuri adanya dugaan pelanggaran dalam pelibatan ASN dan non-ASN itu. Untuk memastikan kebenaran soal isi broadcast tersebut, pihak Kelurahan Jurang Mangu Timur pun dipanggil guna memberi keterangan.
"Masih penelusuran Panwaslu. Masih ditelusuri. Pemanggilan sudah, Pak Lurah kemarin. Kalau Sekel nya juga sudah dipanggil, tapi nggak dateng," kata Ketua Bawaslu Tangsel, M Acep, kepada Okezone, Rabu (25/6/2020).
Ketidakhadiran Sekel Sidik cukup disayangkan, pasalnya dia diduga mengetahui dari mana sumber pesan yang diteruskan itu. Setali tiga uang, kesaksian Lurah Jurang Mangu Timur sendiri terkesan menutupi dan tak banyak menyampaikan informasi soal asal usul isi broadcast.
"Keterangan dari lurah, bahwa isi pesan itu dia lihat di grup Jurang Mangu Timur. Pak lurah itu menyatakan betul, dia baca dan melihat chat yang diteruskan oleh Sekel. Sekelnya itu yang kita mintai keterangan belum hadir," jelasnya.
Tim Bawaslu telah mendatangi pula kantor Kelurahan Jurang Mangu Timur. Namun sayangnya, seluruh pegawai dan staf yang ikut bergabung dalam grup whatsapp itu kompak menghapus seluruh isi percakapan. Diduga, upaya tersebut ditujukan untuk menghilangkan barang bukti perintah dalam broadcast.
"Ini belum jadi temuan, kalau sudah jadi temuan dinaikkan ke penanganan pelanggaran. Ini masih proses penelusuran untuk bisa dinaikkan menjadi temuan. Kalau misalnya Sekel-nya belum ketemu, belum bisa memberi keterangan, ya nggak bisa kita naikkan menjadi temuan. Kita kemarin sudah datang ke kantor kelurahan, sayangnya semua sudah meng-clean chat. Jadi chat-nya sudah tidak ada, alasannya handphone-nya (memori) penuh," tandasnya.
Berbagai pihak merasa resah dengan viralnya broadcast meminta pengumpulan data ASN dan non-ASN tersebut. Mereka khawatir, data-data itu digunakan sebagai upaya menggiring dukungan kepada Benyamin Davnie - Pilar Saga, pasangan yang diusung Airin Rachmi Diany selaku ketua DPD Golkar Tangsel.
Sebelumnya, Pemkot Tangsel melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) membenarkan bahwa tengah ada pendataan bagi ASN dan non-ASN di Tangsel. Namun disebutkan, pengumpulan data itu bukan ditujukan untuk pemenangan kandidat calon wali kota Tangsel.
"Iya memang kita sedang pendataan, buat ASN dan pegawai non-ASN. Tapi bukan seperti isi pesan itu, saya nggak tahu itu dari mana. Nggak ada, bukan buat Pilkada," ucap Kepala BKPP, Apendi, terpisah.
Diwawwncarai terpisah, Airin pun membantah telah memerintahkan pengumpulan data sebagaimana dibeberkan isi broadcast yang bocor itu. Dengan sedikit kesal, dia meminta wartawan menanyakan langsung ke sumber yang memosting broadcast di grup internal Kelurahan Jurang Mangu Timur.
"Tanya aja sama yang ngebocorinnya," jawabnya singkat.
(Khafid Mardiyansyah)