BOYOLALI – Hari Raya Idul Fitri sudah usai, kini umat Islam menyongsong perayaan Idul Adha atau dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban. Perayaan tersebut diperkirakan jatuh pada 31 Juli 2020.
Untuk menyongsong Idul Adha, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali meningkatkan kegiatan pemantauan terhadao persebaran hewan kurban, khususnya sapi.
Hal itu untuk memastikan kondisi hewan untuk kebutuhan kurban dari Boyolali dalam keadaan sehat.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali, Bambang Purwadi mengatakan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sapi potong dari Boyolali banyak dikirim ke daerah lain untuk kebutuhan kurban Idul Adha.
Daerah tujuan pengiriman hewan kurban asal Boyolali seperti wilayah Jakarta, Jawa Barat. dan sebagainya.
Baca Juga: Berikut Cara Mengumpulkan Dana Kurban di Tengah Covid-19
"Untuk yang dibawa ke luar daerah, kami selalu membuat surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Setiap pedagang yang membawa hewan keluar Boyolali harus memiliki SKKH," ujarnya beberapa waktu lalu sebagaimana dikutip dari Solopos pada Rabu (24/6/2020).
SKKH diperlukan untuk memastikan hewan tersebut dalam kondisi sehat. Dia mengatakan kegiatan pemeriksaan hewan kurban dilakukan di tempat penampungan hewan maupun di pasar hewan. "Kami libatkan UPT untuk memeriksa hewan yang akan disembelih," tutur Bambang.
Dengan demikian sebelum disembelih untuk kurban, hewan dipastikan kesehatan dan kelayakannya.
Baca Juga: Beli Hewan Kurban Secara Online, Ini yang Harus Diperhatikan
Selain itu, tambah dia, nantinya pemeriksaan juga akan dilakukan di masjid-masjid di Boyolali yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban.