JAKARTA-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim mengatakan, Indonesia membutuhkan banyak guru penggerak agar kualitas pendidikan semakin maju.
"Dengan adanya krisis selama pandemi Covid-19 ini, kesenjangan antara daerah dan kota-kota dan kesenjangan sosial ekonomi malah lebih terpisah lagi ya, kesenjangan itu menjadi lebih besar dengan adanya disparitas digital seperti ini," ujar Nadiem, Rabu (24/6).
Menurut Nadiem, hal itu bukan merupakan tanggung jawab Kemendikbud sepenuhnya, tapi seluruh pemerintah dan masyarakat dan pihak swasta harus bisa menutup kesenjangan itu dengan cara yang proaktif.
"Kita harus saling bahu-membahu untuk menyadari bahwa tidak semua daerah sama. Ada begitu banyak keberagaman, begitu banyak kearifan lokal, begitu banyak perbedaan budaya dan juga perbedaan sosial ekonomi yang harus kita faktorkan. Tidak bisa hanya suatu sistem atau standar yang sama," jelasnya.
Kemendikbud pun mengaplikasikannya sebagai keberagaman dalam standar pencapaian.