"Kita harus mencintai keberagaman dalam sisi budaya, serta mencintai keberagaman dalam sisi standar pencapaian dan kurikulum juga. Dan inilah suatu paradigma baru yang akan kita majukan bersama,” tambahnya.
Sebelumnya, Kemendikbud menyelenggarakan lomba menulis surat untuk Mendikbud dengan tema "Hikmah Hari Kemenangan di Masa Pandemi, Surat untuk Mas Menteri Nadiem Makarim" yang diselenggarakan pada 11 hingga 17 Mei 2020.
Pada lomba tersebut, surat paling inspiratif kategori guru ditulis oleh Santi Kusuma Dewi dari SMP Islam Baitul Izzah, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan Maria Yosephina Morukh dari SD Kristen Kaenbaun, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
Santi melakukan pembelajaran dengan menggunakan teknologi di antaranya mengajarkan coding (meski dirinya adalah guru Bahasa Inggris) serta menggunakan Google Earth untuk mengajak muridnya keliling dunia. Sedangkan Maria mengunjungi lima rumah muridnya dalam sehari untuk memberikan pembelajaran.
"Saya ada satu kata untuk mendeskripsikan guru-guru seperti ibu Santi dan ibu Maria, itu namanya guru penggerak. Anda adalah guru-guru penggerak di masing-masing daerah. Sudah kelihatan, saya tidak harus melakukan suatu asesmen untuk mengetahui itu, Ibu Maria dan Ibu Santi ini dari jawabannya, dari visinya, dari passion-nya, itu adalah guru penggerak, dan andalah yang kita butuhkan di seluruh penjuru negara kita," ungkap Nadiem .
(Yaomi Suhayatmi)