LSI Denny JA Klaim Hasil Risetnya Soal Covid-19 Terbukti Kebenarannya

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Kamis 02 Juli 2020 23:25 WIB
Foto: Illustrasi Okezone.com
Share :

JAKARTA - Lembaga Survey Indonesi (LSI) Denny JA mengklaim sejumlah hasil riset yang dilakukan terkait virus Corona (Covid-19) terbukti kebenarannya. Salah satunya bahwa 2-3 minggu setelah Lebaran pada Juni 2020, masyarakat akan kembali bekerja di luar rumah secara bertahap dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sampai vaksin ditemukan. Prediksi ilmiah ini disampaikan pada April 2020.

"Kepada teman-teman LSI, saya katakan. Ini era kita masih dilarang berkumpul. Tapi kita menolak hanya berdiam diri berpangku tangan di rumah. Kita peneliti. Di era lockdown, PSBB, kita tetap seorang peneliti. Seorang peneliti tak boleh henti meneliti," ujar Pendiri LSI Denny JA, Denny JA dalam keterangannya, Kamis (2/7/2020).

Denny mengakui, dalam masa yang belum normal segala hal dilakukan dengan penuh keterbatasan. Misalnya konferensi pers yang tidak dilakukan dengan tatap muka langsung.

"Survei tatap muka secara nasional juga terbentur oleh PSBB. Tapi selalu ada solusi bagi yang mencari. Banyak data riset di luar sana yang bisa kita olah. Publik perlu kita berikan info segar berbasikan riset. Apalagi jika itu berita gembira," katanya.

Trend data kasus terpapar virus corona yang disampaikan Gugus Tugas, juga data Worldometer, dan Singapore University of Technologi and Design, menunjukkan puncak pandemik akan terlampaui.

"Basis data sudah cukup untuk sebuah prediksi," sambungnya.

 

Prediksi LSI Denny JA, pada Mei 2020, psikologi publik mulai menurun. Umumnya mereka jenuh karena sudah berminggu terkurung di rumah. Tabungan ekonomi juga menipis. Penghasilan berkurang bahkan terhenti.

"Kekhawatiran terpapar virus corona sangat tinggi. Kekhawatiran terkena virus ekonomi, sulit memenuhi kebutuhan hidup juga tinggi. Ketidak pastian hidup memuncak," ungkapnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya