Pembelajaraan tatap muka sangat memperhatikan kesehatan dan keamanan warga komunitas sekolah. Di samping itu, orang tua atau wali murid harus memeriksa kesiapan kesehatan anak-anak. Pastikan, mereka bisa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.
“Jangan memaksa. Pastikan siap secara fisik, mental, lahir, dan batin,” katanya.
Baca Juga : 529.669 Orang Telah Diperiksa Covid-19, 467.527 Dinyatakan Negatif
Dokter Reisa menegaskan, Ketua Gugus Tugas Letjen Doni Monardo berkomitmen membuka kembali sekolah memulai kegiatan tatap muka, namun di tempat yang paling aman yaitu zona hijau. Sementara wilayah dengan zona kuning, oranye dan merah belum dapat melakukan pembelajaran tatap muka.
Sejak pandemi diumumkan di Maret 2020, lebih dari 90% siswa dan siswi harus belajar di rumah secara penuh. Terutama mereka yang tinggal di daerah risiko tinggi penularan Covid-19. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berusaha tetap menjaga kegiatan belajar mengajar berkualitas.
(Erha Aprili Ramadhoni)