Namun demikian, ada temuan menarik dari hasil survey yang dilakukan BKKBN terhadap 20.680 keluarga di Indonesia mengungkapkan bahwa, sebagian besar keluarga di Indonesia tangguh dalam menghadapi Covid-19 karena mampu menerima, saling mendukung, serta menghindari pertengkaran di masa pandemi ini.
“Di balik tangguhnya keluarga Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19, terdapat peran perempuan atau istri dalam mempertahankan keharmonisan rumah tangga, “ jelas Hasto.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Dwi Listyawardani menyampaikan bahwa saat ini BKKBN sedang melakukan kajian akademik sebagai upaya untuk mengoptimalkan peran terbaik BKKBN agar dapat bermakna besar terhadap kementerian dan lembaga yang lain dan juga Pemerintah Daerah.
“Kita sedang menyusun naskah akademik sebagai persiapan Rancangan Undang-Undang memperkuat UU nomor 52 tahun 2009 maupun Peraturan Presiden yang memperkuat Perpress yang berkaitan dengan grand design kependudukan,” jelas Dwi.
BKKBN, lanjut Dwi, harus muncul sebagai lembaga yang memang konsern atau bertanggung jawab terhadap sinkronisasi kebijakan nasional dengan Pemerintah Daerah dan juga memiliki kepedulian yang sama terhadap program kependudukan yang berwawasan kependudukan.
Selain itu di hari peringatan Kependudukan Dunia ini, Dwi mengatakan, pihaknya akan mengajak Mendagri untuk bersama-sama menjadikan masalah kependudukan menjadi mainstream kependudukan di Indonesia. "Termasuk pula masalah kekerasan tehadap perempuan, karena hal ini muncul tidak hanya di Indonesia tapi juga menjadi masalah dunia," kata Dwi.
CM
(Yaomi Suhayatmi)