"Untuk kondisi perumahan warga hampir semuanya masih tertimbun lumpur gara-gara kemarin. Ada beberapa rumah yang bahkan sudah tidak terlihat seperti rumah," pungkasnya.
Sekadar informasi, banjir bandang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Senin 13 Juli 2020 sekira pukul 19.00 waktu setempat. Lebih dari 4.000 keluarga terdampak akibat bencana tersebut.
Baca Juga: Kepiluan Nursia Temukan Ibunya Tak Bernyawa Usai Banjir Terjang Luwu Utara
Enam kecamatan yang dilanda banjir yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat. Akibat banjir tersebut, BPBD melaporkan sepuluh warga meninggal dunia (data Tim SAR 16 orang), 10 warga berhasil diselamatkan dan 46 lainnya masih dalam pencarian (data Tim SAR 23 orang hilang). Kesepuluh korban luka-luka tersebut dirujuk ke RSUD Masamba.
Banjir bandang itu dipicu salah satunya karena hujan dengan intensitas tinggi. Debit air hujan mengakibatkan Sungai Masamba, Rongkang dan Sungai Rada meluap sehingga terjadi banjir bandang.
(Abu Sahma Pane)