Data Jumlah Kasus Covid-19 Berbeda dengan Jabar, Pepen: Percaya Pemprov Atau Saya?

Wisnu Yusep, Jurnalis
Selasa 21 Juli 2020 21:01 WIB
Wali Kota Bekasi, Rachmat Effendi (foto: Okezone.com)
Share :

BEKASI - Data jumlah kasus virus corona atau Covid-19 di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berbeda. Selesihnya pun cukup signifikan.

Berdasarkan laman pikojabar.jabarprov.go.id, yang dilihat Okezone, jumlah akumulasi kasus virus corona mencapai 697 sampai dengan 19 Juli lalu.

Sebanyak 414 di antaranya berstatus kasus aktif. Sementara pasien yang sembuh sebanyak 252, sementara angka kematian sebanyak 32.

Sedangkan berdasarkan data di laman corona.bekasi.go.id, jumlah kasus sebanyak 491.12 diantaranya masih aktif. Jumlah pasien sembuh 443 dengan angka kematian 36 pasien.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menganggap, perbedaan data pasien virus corona miliknya dengan Pemprov Jawa Barat karena masalah pengimputan data.

"Kalau dia itu ngentri (input) data ya di sana. Renggang waktunya disana jadi antara Pemkot sama Pemprov berbeda (delay)," ungkap pria yang disapa Pepen itu kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).

Pepen pun lantas membalikan pertanyaan mengenai input data pasien corona yang terdapat perbedaan itu. "Kamu percaya sama siapa? Pemprov apa saya?," kata Pepen.

Pepen mengklaim, di wilayahnya selama ini tidak pernah ada peningkatan status pasien virus corona hingga 600 orang.

"Ada renggang waktu antara data Provinsi dan Kota. Kasus kita kan gak pernah sampai 600. Kenapa Jabar sampai 600? Gini aja you (ke wartawan) percaya sama saya apa Pemprov Jabar," ungkap dia.

Diketahui, sejak awal Juli lalu Pemerintah Kota Bekasi telah menerapkan adaptasi tatanan hidup baru masyarakat produktif aman Covid-19 hingga 1 Agustus 2020. Sementara, berbeda dengan yang ditetapkan oleh Gubernur Ridwan Kamil yang menerapkan PSBB proporsional.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya