Pepen pun lantas membalikan pertanyaan mengenai input data pasien corona yang terdapat perbedaan itu. "Kamu percaya sama siapa? Pemprov apa saya?," kata Pepen.
Pepen mengklaim, di wilayahnya selama ini tidak pernah ada peningkatan status pasien virus corona hingga 600 orang.
"Ada renggang waktu antara data Provinsi dan Kota. Kasus kita kan gak pernah sampai 600. Kenapa Jabar sampai 600? Gini aja you (ke wartawan) percaya sama saya apa Pemprov Jabar," ungkap dia.
Diketahui, sejak awal Juli lalu Pemerintah Kota Bekasi telah menerapkan adaptasi tatanan hidup baru masyarakat produktif aman Covid-19 hingga 1 Agustus 2020. Sementara, berbeda dengan yang ditetapkan oleh Gubernur Ridwan Kamil yang menerapkan PSBB proporsional.
(Awaludin)