LUWU UTARA - Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, kini memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah.
Tim SAR gabungan juga terus melakukan upaya pencarian terhadap para korban yang masih dinyatakan hilang.
Pasca banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Luwu Utara mengakibatkan 38 warga tewas, sementara enam orang masih dinyatakan hilang.
“Informasi terkini 38 yang meninggal dunia, 59 yang luka-luka, dan ada yang 6 masih dalam pencarian. Kalau yang terdampak ada 7 kecamatan,” ujar Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani pada Selasa (21/7/2020).
Baca Juga: Kurang Fasilitas, Pengungsi Banjir Luwu Utara yang Sakit Dirawat di Teras Rumah Warga
Kondisi ini membuat pemerintah menambah masa tanggap darurat bencana hingga satu bulan kedepan.
Selain melakukan pencarian pada masa tanggap darurat ini, juga dilakukan pembenahan akses seperti Jalan Trans Sulawesi yang sekarang belum terbuka secara umum lantaran masih terendam banjir.
Baca Juga: Pengungsi Banjir Luwu Utara Mulai Terserang Penyakit Diare hingga Sakit Pernafasan
(Abu Sahma Pane)