Ia pun mengaku sedih, bahkan terkadang ia menangis berbalut lelah tak bisa ia tutupi. Apalagi, bidan Dian masih punya anak kecil, jadi rentan sekali. Namun, Dian tetap memegang teguh prinsipnya untuk menjalankan tugas dan tanggungjawab profesinya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga.
“Tentunya ini menjadi tugas saya paramedis untuk memberikan edukasi tentang bahaya maupun cara pencegahan virus corona, yang selama ini memang kurang dipahami masyarakat. Karena itulah saya memutuskan tetap bertahan dan hadir disini,” tuturnya.
Dian bersama tenaga paramedis maupun tenaga medis lain masih harus berjibaku menangani covid-19, dengan segudang pengalaman itu, Dian mencoba membalutnya menjadi sebuah motivasi untuk dirinya. Ditambah beberapa motivasi dari keluarga, sahabat hingga rekan kerja membuat dian semangat hingga saat ini.
Kini dukungan dari orang-orang terdekat sudah kembali dan bertambah besar, ia berharap apapun yang diusahakan meskipun pelan akan menuai kebaikan untuk semua orang.
(Amril Amarullah (Okezone))