Hal itu untuk proses pengecekean protokol kesehatannya ketika sampai di sekolah. Sebelum masuk sekolah, murid-murid harus diperiksa suhunya terlebih dahulu. Kemudian, mereka diwajibkan cuci tangan.
Para guru yang mengajar juga menggunakan masker dan jaga jarak fisik ketika mengajar. Termasuk juga kepada para murid. Proses belajar mengajar tatap muka selama 28 hari ini akan terus dilaporkan ke Dinas Pendidikan.
Jika proses belajar mengajar tatap muka ini berjalan lancar, maka tak menutup kemungkinan pembelajaran tatap muka akan diperpanjang.
"Akan membuat laporan dan membuat monev mingguan. Namanya role model, kalau ini berjalan lancar, maka sewaktu-waktu sekolah lain bisa saja mengikuti seperti ini," tutur dia.
(Angkasa Yudhistira)