Namun, sang anak jarang tinggal di rumah. Ia hanya sesekali datang melihat Nenek Uho untuk mengantarkan makanan dan kemudian ditinggalkan kembali.
“Anaknya jarang tidur di sini. Kalau datang kasih makanan, berangkat lagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, warga sekitar memang selalu memberi makan dan peduli kepada Nenek Uho dan sering diurus sama warga dan tetangga. Namun, karena sudah pikun, kata Dudin, Nenek Uho suka keluar rumah tengah malam. “Sehari-hari Nenek Uho tinggal bersama ayam dan kucing,” ujarnya.
Baca Juga : Nenek Moah Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Reot di Tengah Hutan
Ketua RT mengaku, Nenek Uho selalu mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ia melanjutkan, bantuan selalu diberikan kepada anaknya Aep. “Karena jika langsung dikasihkan selalu diacak-acak dan kalau uang selalu disobek sobek,” tutur Dudin.
Baca Juga : Hidup Sebatang Kara Digubuk Reyot, Mbah Tomo Hanya Ditemani Angsa
(Erha Aprili Ramadhoni)