Berikut 10 Daerah yang Tingkat Potensi Ketidaknetralan ASN Dalam Pilkada

Dita Angga R, Jurnalis
Senin 10 Agustus 2020 18:29 WIB
Foto: Illustrasi Shutterstock
Share :

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membeberkan sejumlah daerah dengan tingkat kerawanan ketidaknteralan Aparatur Sipil Negara (ASN)-nya tinggi.

Daerah-daerah tersebut antara lain yakni Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kota Makassar, Kabupaten Lamongan, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Agam.

“Kalau dari dimensi konteks politik ada 10 daerah yang kami kategorikan indeks kerawanan pilkada (IKP) terkait dengan netralitas ASN-nya cukup tinggi. IKP menjadi early warning bagi kami untuk menentukan strategi pengawasan,” kata Ketua Bawaslu, Abhan dalam Webminar Netralitas ASN, Senin (10/8/2020).

 

Dia mengaku sengaja membeberkan daerah-daerah tersebut agar ada upaya antisipasi. Dengan begitu saat pilkada tahun 2020 berjalan netralitas ASN bisa tetap terjaga.

“Mohon maaf ini kami sebutkan untuk melakukan upaya antisipasi. Ini agar persoalan netralitas ASN disana tidak terjadi secara masif,” ungkapnya.

Apalagi menurut Abhan, ada banyak petahana yang berpotensi maju kembali dalam pilkada kali ini. Hal ini sangat rentan dengan penyalahgunaan kewenangannya. Terutama berkaitan dengan ASN di daerah.

“Apalagi dari pemetaan kami 270 daerah yang potensi terdapat calon petahana ada 22. Nanti kita lihat pasca 23 September setelah tahap pencalonan apakah betul semua maju,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan kondisi lebih buruk jika petahana pecah kongsi. Dimana kepala daerah dan wakilnya saling berhadapan di pilkada.

“Apalagi kalau di daerah incumbent pecah kongsi. Kemudian ditambah sekdanya yang hampir pensiun mencalonkan diri. Sehingga ASN harus betul-betul teguh menjaga netralitasnya," pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya