KUPANG - Sistem sekolah secara daring atau online diterapkan selama masa pandemi Covid-19. Pada prosesnya orangtua mesti mendapangi anaknya belajar, dan itu dinilai sebagaian orang memberatkan.
Sebab sebagian orangtua yang harus bekerja mencari nafkah, kesulitan membagi waktu untuk mendampingi anak yang setiap harinya mendapat tugas dari sekolah.
Hal inilah yang dialami Ocha, seorang ibu yang bekerja di kantin di belakang suatu perkantoran di Kota Kupang. Demi mendampingi anaknya sekolah online, ia terpaksa mengotong anak kembarnya ke kantin untuk belajar.
“Bisa stres karena bingung ngatur waktu. Mau cari uang, mau kerja, mau ngurus anak, apalagi ini kembar,” ujarnya.
Baca Juga: Syarat Belajar Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning Covid-19