JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk dapat mengikuti upacara pengibaran dan penurunan bendera pada Hari Kemerdekaan ke-75 RI pada 17 Agustus secara virtual. Hal ini mengajak masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam momen bahagia langsung dari Istana.
"Namun, yang juga menarik buat kita untuk kegembiraan untuk partisipasi masyarakat kita dari Istana meminta masyarakat bisa ikut virtual upacara bendera secara virtual," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Widodo Muktiyo dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Inpers 6/2020 : Budaya Baru agar Pandemi berlalu, di Kantor Kominfo, Jakarta, Rabu (12/8/2020).
Baca Juga: Ini Makna Logo HUT Ke-75 RI yang Terinspirasi Perisai Garuda Pancasila
Widodo mengungkapkan untuk saat ini masyarakat sudah mulai mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam upacara virtual sebanyak 4 ribu orang. Pemerintah pun masih memiliki kuota hingga 17.845 orang untuk dapat hadir menyaksikan upacara HUT Kemerdekaan RI yang ke-75.
"Kami mengundang semua masyarakat Indonesia untuk bisa mendaftarkan peserta upacara bendera dan juga penurunan bendera tanggal 17 Agustus melalui pandangistana.setneg.go.id," tambahnya.
Widodo menjelaskan, nantinya upacara HUT Kemerdekaan RI akan tetap digelar di Istana dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden beserta tamu undangan. Namun, membatasi tamu undangan yang hadir sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.
"Upacara bendera akan kita laksanakan dalam batas minimal di istana yang diikuti oleh pejabat negara, bapak ibu Presiden, bapak ibu wakil presiden dan beberapa yang diundang termasuk kita juga mengundang bapak ibu mantan presiden dan wakil presiden," jelasnya.
Baca Juga: HUT ke-75 Indonesia, Simak Fakta Menarik Sejarah Bendera Merah Putih
Widodo mengajak semua pihak untuk dapat menghentikan kegiatan pada jam 10 lewat 17 menit, untuk hening sejenak menghargai prosesi pengibaran bendera dan menyanyikan lagu Indonesia raya. "Dan ini akan diikuti secara virtual karena live baik melalui RRI baik melalui TV sehingga kita bisa tahu jam kapan kita harus melakukan penghormatan kepada sang saka merah putih," ungkapnya.
(Arief Setyadi )