"Tidak cocok. Itu hanya menambah risiko orang di angkutan publik. Orang yang tadinya menggunakan mobil, akhirnya terpaksa menggunakan kereta, MRT, atau bus itu malah menambah risiko," jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan ganjil-genap tidak tepat diterapkan saat PSBB transisi fase I. Sehingga, Pemprov DKI Jakarta harus lebih sensitif dalam menetapkan kebijakan selama pandemi Covid-19.
"Jadi saya pikir kebijakan ganjil genap tidak tepat kalau juga kaitannya dengan perpanjangan PSBB, dan lain-lain. Hal-hal inilah yang pemerintah harus konsisten dan sensitif pemerintah DKI," tandasnya.
(Awaludin)