JAKARTA - Indonesia saat ini telah mengembangkan vaksin Covid-19 lokal yang diberi nama vaksin Merah Putih. Lalu, apa yang menjadi perbedaannya dengan vaksin yang dikembangkan bersama dengan negara lain seperti Sinovac?
“Secara umum, ada perbedaan antara vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac dan vaksin yang dikembangkan oleh Lembaga Eijkman. Vaksin Sinovac itu menggunakan virus utuh,” kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio dalam keterangannya, Jumat (14/8/2020).
“Jadi virus secara keseluruhan virus hidup dibiakkan sebanyak mungkin kemudian dimatikan dengan bahan kimia atau cara-cara apapun. Setelah itu setelah dimurnikan, maka virus itu secara keseluruhan bisa dipakai untuk vaksin langsung. Jadi memang prosesnya lebih lebih pendek, tapi harus membiakkan virus dalam jumlah besar. Ini juga beresiko,” jelas Amin.
Sementara, kata Amin vaksin yang dikembangkan oleh Eijkman hanya menggunakan sub partikel dari virus Covid-19 tersebut.
“Nah, yang dikembangkan oleh Lembaga Eijkman kami hanya menggunakan bagian-bagian tertentu saja dari sub partikel virus itu,” katanya.
“Jadi misalnya kalau virus ini menempel pada manusia itu kan lewat spike-nya atau duri-durinya itu, nah itu protein spike ini yang kita jadikan sebagai target antigen. Itu yang kita jadikan antigen tapi tidak diambil langsung dari virus itu, hanya saja kita mengambil bagian itu. Jadi bukan mengambil langsung dari virus itu. Kita mengambil informasi genetik,” jelas Amin.