Misteri Isi Naskah Proklamasi versi Sjahrir yang Dibacakan di Cirebon 15 Agustus 1945

Fathnur Rohman, Jurnalis
Selasa 18 Agustus 2020 11:01 WIB
Tugu Kejaksan menjadi saksi dibacakannya teks proklamasi versi Sjahrir (foto: Fahthur Rohman/Okezone)
Share :

CIREBON - Tanggal 15 Agustus tahun 1945, menjadi momen bersejarah untuk masyarakat Kota Cirebon. Sebab, para pemuda yang berkumpul di Alun-Alun Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada saat itu memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) lebih dulu dari Soekarno-Hatta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone dari berbagai sumber, proklamasi itu dipimpin langsung oleh seorang tokoh bernama Soedarsono. Ia adalah kepala rumah sakit Kesambi (sekarang RSD Gunung Jati) sekaligus ayah dari Juwono Soedarsono, mantan Menteri Pertahanan (Menhan) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Soedarsono juga merupakan teman dari Sutan Sjahrir.

Soedarsono diminta segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia oleh Sjahrir, karena sebelumnya Soekarno menolak keinginannya untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, setelah tersiarnya berita kekalahan Jepang dari Sekutu melalui siaran radio BBC pada tanggal 14 Agustus 1945.

Padahal, setelah munculnya berita itu, Sjahrir sudah berusaha menyiapkan gerakannya untuk merebut kekuasaan dari tangan Jepang.

Ada alasan yang melatar belakangi Sjahrir, tidak menyetujui janji Jepang yang akan memberi kemerdakaan kepada Indonesia.

Menurut Sjahrir, jika Indonesia menyatakan kemerdekaan melalui lembaga bentukkan Jepang, yakni PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), maka pihak sekutu akan menilai Indonesia merdeka atas bantuan Jepang. Sedangkan, Sjahrir ingin agar Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia atas nama rakyat.

Sjahrir yang terlanjur kecewa kepada Soekarno, akhirnya meminta Soedarsono untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Cirebon.

Budayawan sekaligus Sejarawan Cirebon, Nurdin M Moer menerangkan, bila naskah proklamasi yang dibacakan oleh Soedarsono pada tanggal 15 Agustus 1945 di Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon, merupakan naskah proklamasi versi (buatan) Sjahrir. Sjahrir, kata dia, memberi arahan kepada Soedarsono melalui sambungan telegram.

"Ada dua versi, dibacakan di Alun-Alun Kejaksaan dan Alun-Alun Ciledug. Pembacaan naskah itu dilakukan pada 15 Agustus 1945," kata Nurdin, Senin (17/8/2020).

Bukti tentang pembacaan naskah proklamasi versi Sjahrir di Cirebon oleh Soedarsono, pada tanggal 15 Agustus 1945, menurut Nurdin termuat dalam beberapa literatur.

Akan tetapi, lanjut dia, bagaimana isi naskah proklamasi yang dibuat oleh Sjahrir masih belum diketahui hingga saat ini. "Kita cari di arsip nasional dan daerah tak ketemu," ujarnya.

Masih Misteri

Sementara itu, Hadidjojo Nitimihardjo dalam bukunya 'Ayahku Maroeto Nitimihardjo: Mengungkap Rahasia Gerakan Kemerdekaan (2009)' mengisahkan, ketika mendengar kekalahan Jepang dari sekutu, Sjahrir memiliki keinginan agar proklamasi kemerdekaan Indonesia bisa dilaksanakan sesegara mungkin. Akan tetapi, harapannya itu justru tidak bisa terealisasikan.

Dalam buku itu juga disebutkan, karena keinginannya tidak terwujud, Sjahrir kemudian menyusun naskah proklamasi versinya sendiri. Salah satu tokoh binaannya, yakni Soedarsono lalu berinisiatif menyusun naksah dan membacakan naskah proklamasi itu. Kendati demikian, versi lain dari cerita tersebut tercatat juga pada buku ini.

Sedangkan, Sejarawan Cirebon lainnya, Mustaqim Asteja memaparkan, peristiwa pembacaan naskah proklamasi di Cirebon bisa terjadi secara spontanitas. Sehingga pada waktu itu mungkin Soedarsono menyatakan proklamasi kemerdekaan Indonesia, tanpa membaca naskah.

"Orang mengatakan (naskah proklamasi) versi Sjahrir. Tapi sulit juga. Kita tidak pernah tahu," bebernya.

Diceritakannya, ketika berita kekalahan Jepang dari Sekutu tersebar luas, terjadi gejolak perlawanan terhadap Jepang dan semangat kemerdekaan mulai menggelora di sejumlah daerah di Indonesia.

Para pemuda saat itu berharap agar kemerdekaan Indonesia bukan pemberian dari Jepang. Melainkan, masyarakat Indonedia harus merebut kemerdekaan dari tangan Jepang lewat usaha sendiri.

Para pemuda, khususnya di Cirebon, mulai berkumpul di Alun-Alun Kejaksaan untuk menunggu kabar, perihal kapan proklamasi kemerdekaan Indonesia akan diumumkan.

Selang beberapa waktu, Soedarsono beserta para pemuda di Cirebon di tanggal 15 Agustus 1945, akhirnya mengumumkan proklamasi versi mereka sendiri.

"Peristiwa 15 Agustus di Cirebon termasuk dalam upaya masyarakat Cirebon yang ingin Indonesia merdeka. Bebas dari penjajahan. Tapi tetap yang diakui adalah Proklamasi yang dibacakan Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus," ucap dia.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya