“Saya hanya ingin mengubah kebiasaan hari-harinya yang biasa berburu, dengan memberikan pelajaran baca tulis setiap hariya, walaupun harus jemput bola dari kebun ke kebun,” kata Iptu Gino.
Baginya, tidak peduli capek, apalagi harus keluar masuk perkampungan, menembus perkebunan kelapa sawit. Harus juga berkeliling mencari anak-anak yang berkeliaran dan berburu di kebun sawit untuk diajarkan membaca dan berhitung.
“Saya berharap di kemudian hari, taraf kehidupan mereka akan lebih baik dari yang sekarang ini, dan mengenali ke mereka bahsa bangsa Indonesia sudah merdeka,” tutur Gino yang mengaku mengajar anak-anak Suku Anak Dalam ini selama 2,5 tahun.
Seperti diketahui, saat ini suku minoritas di Jambi yakni warga Suku Anak Dalam tersebar di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi, dan hingga saat ini kehidupan mereka masih sangat jauh dari kata merdeka.
(Amril Amarullah (Okezone))