Kisah Laki-Laki yang Lolos dari Pembantaian Massal ISIS

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Jum'at 21 Agustus 2020 20:02 WIB
Ali Hussein Kadhim (Foto : BBC)
Share :

'Orang ini masih bernapas'

Lalu terdengar suara tembakan yang mestinya terarah ke badan Kadhim. Tapi peluru tidak menghantam badannya. "Saya tak tahu ke mana peluru itu lari," kata Kadhim.

Sang eksekutor mendekat dan menendang badan Kadhim. "Orang ini masih bernapas," kata eksekutor.

"Ia masih hidup, ia masih bernapas," teriaknya.

Namun komandan eksekutor mengatakan, "Biarkan saja. Biarkan ia menderita, biarkan dia mati kehabisan darah," kata komandan ISIS.

Padahal, Kadhim sebenarnya tak berdarah. Ia tak tertembak. "Ada darah di badan saya, tapi itu berasal dari taruna yang berada di sebelah saya," kata Kadhim.

Ia mengatakan ia berada di tempat ini sampai malam tiba. Dirinya bisa merasakan para taruna di dekatnya yang menemui ajal. "Saya tak tahu bagaimana bisa bertahan dalam situasi ini," katanya.

Suasananya mencekam dan menakutkan. Pada malam itu, setelah merasa aman, Kadhim menyelamatkan diri. "Saya tidak akan pernah melupakan kejadian itu," kata Kadhim.

Belakangan Kadhim mengetahui tak kurang dari 1.700 taruna militer tewas di tangan milisi ISIS. Sejauh ini hanya Kadhim yang diketahui lolos dari pembantaian tersebut.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya