JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri menekankan agar lembaga yang dipimpinnya harus lebih kuat dari institusi lain dalam segi pemberantasan korupsi. Hal itu ditekankan Firli merujuk pada pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut bahwa KPK harus berperan sentral dalam pemberantasan korupsi.
"Bapak Presiden pernah menyampaikan di suatu kesempatan, KPK harus berperan sentral dalam pemberantasan korupsi, karena itu KPK harus didukung dengan kewenangan dan kekuatan yang memadai dan kita harus lebih kuat dibanding dengan lembaga-lembaga lain dalam pemberantasan korupsi," kata Firli dalam sambutannya di acara Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) yang digelar secara virtual lewat akun Youtube KPK, Rabu (26/8/2020).
Dalam kesempatan itu, Firli juga membeberkan lima program unggulan yang telah disosialisasikan KPK. Lima kegiatan itu yakni berkaitan dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, serta transformasi ekonomi.
"Maka KPK juga telah merumuskan 5 fokus area yang menjadi komitmen seluruh insan KPK yaitu, KPK akan melakukan pemberantasan korupsi terkait dengan bisnis. Kedua, korupsi terkait dengan penegakan hukum dan reformasi birokrasi," beber Firli.
"Kemudian, korupsi terkait politik, korupsi terkait pelayanan publik, dan korupsi terkait Sumber Daya Alam (SDA)," imbuhnya
Berdasarkan kajian serta pengalaman, kata Firli, praktek-praktek korupsi terjadi dengan berbagai sebab. Untuk itu, KPK telah merumuskan pemberantasan korupsi melalui tiga pendekatan.
"Satu, pendekatan pendidikan masyarakat. Dua, pendekatan pencegahan. Tiga, penindakan secara tegas dan terukur sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku," pungkasnya.
(Amril Amarullah (Okezone))