Ia justru menyalahkan laki-laki yang diduga membawa kabur istrinya. Sebab sangat tidak mungkin pelaku tidak tahu bahwa Erdawati sudah bersuami dan punya anak.
“Kalau saya berfikir istri saya ini terbujuk rayuan laki-laki baung (pria hidung belang). Jika memang benar nanti dibawa kabur laki-laki, akan saya laporkan ke polisi,” ujar petani ini.
Ia menceritakan, dirinya bertemu istrinya terakhir pada Sabtu 21 Agustus 2020 pukul 06.00 WIB saat masih di rumah jelang mau berangkat ke kebun. “Jadi waktu itu saya berangkat dulu ke kebun. Anak anak saya masih di rumah. Dia pamitnya sama anak anak pergi ke pasar. Bahkan pas keluar rumah sempat diantar anak saya yang kedua naik motor ke depan jalan. Dan tidak ada tanda tanda aneh,” tuturnya.
Saat itu sejak pagi sang istri sudah berdandan dan itu tak biasa. Ketiga pergi, Erdawati mengenakan celana jins warna biru, kemeja putih dilapisi jaket putih hitam, jilbab hijau, dan membawa tas.
(Abu Sahma Pane)