“Lain dari pada itu, fungsi Polwan turut melebur ke dalam dapur umum dan palang merah. Tidak ikut bertempur atau berjuang ke dalam unit bersenjata yang terorganisir,” tandasnya.
Baru setelah berakhirnya Agresi Militer Belanda pada Januari 1950, keenam Polwan itu mendapat instruksi untuk kembali melanjutkan pendidikan hingga lulus dan dilantik pada 1951.
Sebagai benchmark puluhan tahun lahirnya Polwan, Monumen Polwan didirikan di Simpang Stasiun Jalan Sudirman, Bukittinggi, Sumatera Utara.
(Fahmi Firdaus )