JAKARTA - Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (5/9/2020) melaporkan bahwa kondisi banjir yang terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan sudah berangsur surut.
“Banjir yang terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan telah berangsur-angsur surut,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya di Jakarta.
Banjir yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan dan meluapnya Sungai Satui telah merendam setidaknya 11 desa di dua kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
BACA JUGA: 14.891 Jiwa Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan
Desa yang terendam meliputi Desa Sinar Bulan, Desa Sungai Danau, Desa Sejahtera Mulia, Desa Satui Barat, Desa Jombang, Desa Makmur Mulia dan Desa Satui Timur di Kecamatan Satui. Kemudian Desa Sumber Baru, Desa Angsana, Desa Mekar Jaya dan Desa Karang Indah di Kecamatan Angsana.
Menurut Radit, hingga pukul 09.00 WIB, tinggi muka air (TMA) di Kecamatan Satui telah mencapai 150 cm dan Kecamatan Angsana air sudah mulai surut, dari laporan sebelumnya yakni 300-400 cm.
BACA JUGA: Banjir di Kalsel Rendam 1.349 Rumah dan Robohkan Satu Jembatan
“Sementara itu tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa akibat bencana tersebut,” terangnya.
Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu telah melakukan kaji cepat, evakuasi warga dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Sekedar informasi banjir tersebut dilaporkan merendam kurang lebih 3.804 rumah, area persawahan seluas 8 hektar dan lahan pertanian seluas 155 hektar di Kecamatan Satui. Selanjutnya kurang lebih 133 rumah, tanaman 150,6 hektar juga terendam banjir di Kecamatan Angsana.
Banjir juga berdampak pada 3.854 KK/12.584 jiwa dan sedikitnya 60 KK/221 jiwa di Kecamatan Satui terpaksa mengungsi. Sedangkan di Kecamatan Angsana ada sebanyak 133 KK/437 jiwa yang terdampak dan pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.
(Rahman Asmardika)