Tim relawan Polwan ini dibentuk awal Agustus 2020. Ada dua tim yang dengan anggota empat orang Polwan. Tim relawan Polwan ini sudah terlibat dalam 11 kali pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Lamongan.
"Sebenarnya, banyak orang merasa takut memakamkan jenazah. Saya ingatkan bahwa Polwan juga bisa. Tapi, kalau saya tidak memberikan contoh, mereka tidak akan yakin dan tidak bersedia melakukannya," kata Dies, Rabu (9/9/2020).
Relawan Polwan yang memakamkan jenazah pasien Covid-19 sengaja dibentuk emansipasi wanita. Kemudian menghilangkan kekhawatiran pihak keluarga korban terkait perlakuan jenazah perempuan.
Selain terjun melakukan pemakaman, para Polwan ini juga melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat agar tidak mengambil paksa jenazah pasien Covid-19 dan tidak mengucilkannya.
(Fetra Hariandja)