Propaktani : Perubahan Pola Pertanian Baru dengan Perbaikan Aspek Manajemen

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis
Jum'at 25 September 2020 13:00 WIB
Foto: Dok Tanaman Pangan
Share :

BOGOR- Kementerian Pertanian (Kementan) sedang mengembangkan kawasan korporasi tanaman pangan banyak kabupaten untuk memperkuat kelembagaan petani melalui model bisnis yang dilakukan secara berkelompok. Pada acara bertajuk sosialisasi dan peningkatan SDM korporasi tanaman pangan di Bogor (24/9), hadir perwakilan wilayah yang akan menjadi pilot project Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi atau lebih dikenal dengan ProPaktani.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi yang hadir membuka acara tersebut mengatakan bahwa membangun korporasi tidaklah mudah. “Kalau dipahami ini seperti merubah peradaban dari pola lama ke pola baru,” sebutnya.

Menurut dia cara-cara kerja sebelumnya dengan korporasi akan berubah semua termasuk didukung sistemnya. Perubahan pertama berupa rekayasa sosial, yaitu rekayasa kelembagaan. “Apa yang ada selama ini dibuat naik kelas. Mari kita menuju peradaban baru dengang cara yang lebih baik dibanding sebelumnya karena 2020 ini mulai tongggaknya. Siapa yang kerja cepat akan dapat,” tuturnya.

Dalam hal korporasi ini, ada perbaikan tidak hanya kelembagaan petani menjadi korporasi tapi juga perbaikan teknis budidaya. Cara penyiapan agroinput, modal, asuransi, hilirisasi dan pemasaran semua akan berubah.

Suwandi meminta peserta yang hadir hendaknya sudah membawa bentuk kelembagaannya maupun memanfaatkan lembaga yang ada serta calon pengurus yang profesional amanah, kerja harus lebih cepat. Kelembagaan korporasi akan merubah jadi skala ekonomi kawasan. Selain itu dalam proses budidayanya ada integrated farming. Sedikit atau tidak ada lagi tanaman monokultur serta meminimalisir eksternal input.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya