Disapu Angin Puting Beliung, Sejumlah Rumah Rusak

Demon Fajri, Jurnalis
Minggu 27 September 2020 13:14 WIB
Sejumlah rumah rusak akibat angin puting beliung (foto: BPBD Kota Bengkulu)
Share :

BENGKULU - Sebanyak lima rumah warga Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, disapu angin puting beliung. Akibatnya, bangunan rumah permanen milik warga tersebut mengalami rusak berat.

Tidak hanya itu, bencana alam itu juga membuat 21 rumah di daerah itu mengalami retak, 1 unit bangunan sekolah yayasan, dan 1 rumah milik warga setempat mengalami rusak sedang.

Bahkan, puting beliung itu juga menyebabkan jalan menjadi patah dan terancam putus. Saat ini warga yang menjadi korban bencana alam puting beliung itu mengungsi ke tempat yang lebih aman.

 Baca juga: Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Manokwari Selatan 

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, akibat kejadian itu kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

 Baca juga: Muncul Dekat Permukiman, Buaya 3 Meter Malah Jadi Hiburan Warga

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Provinsi Bengkulu, Edi Susanto mengatakan, bangunan rumah yang diterjang angin puting beliung sebanyak lima rumah rusak berat. Kondisi itu ditandai dengan bagian atap rumah runtuh dan berterbangan.

''Warga yang terdampak mengungsi ke tempat yang lebih aman,'' kata Edi, saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (27/9/2020).

 

Korban yang menjadi korban angin puting beliung, sampai Edi, telah diberikan bantuan berupa terpal dari BPBD Kota Bengkulu. Sementara dari BPBD Provinsi Bengkulu, kata Edi, masihh akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan bidang logistik.

''Bantuan sudah disalurkan untuk korban yang terdampak dari BPBD Kota Bengkulu,'' jelas Edi.

Sementara itu, Forcaster BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Haris Syahid Hakim menjelaskan, hujan lebat dan angin kencang tersebut terjadi karena shearline atau belokan angin yang disebabkan adanya sirkulasi di Barat Sumatera, dan penambahan massa uap air dari perairan barat Bengkulu.

Lalu, dikuatkan dengan adanya tingkat kebasahan sebesar 50-90 persen pada lapisan 850-500 hPa. Di mana faktor-faktor tersebut menunjang adanya pertumbuhan awan konvektif berupa awan Cb. Di mana awan itu merupakan awan yang memiliki potensi menyebabkan hujan lebat disertai petir, angin kencang sesaat.

''Hujan lebat disertai angin kencang sesaat dengan durasi singkat dan dadakan pada

umumnya terjadi pada masa musim pancaroba atau musim peralihan. Di Kota Bengkulu saat ini sedang memasuki musim peralihan,'' jelas Haris.

''Melihat peta, peluang hujan lebat untuk wilayah Kota Bengkulu di September masih kecil yaitu sebesar 10 persen,''sambung Haris.

Berdasarkan prakiraan 3 harian, untuk beberapa wilayah kabupaten/kota di Bengkulu, kata Haris, masih berpeluang terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang sesaat.

''Dengan adanya potensi hujan lebat dari awan konvektif pada musim peralihan ini, maka masih ada potensi terjadinya hujan disertai angin kencang ataupun hujan es dan juga puting beliung untuk tiga hari kedepan,'' pungkas Haris.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya