Oktovina mengaku sempat menelefon pihak medis untuk menanyakan soal vitamin, namun jawabannya sangat mengngagetkan dirinya. Oktovina mendapat jawaban anggaran untuk penyediaan vitamin tidak ada.
“Di sini kami yang dirawat kami berjumlah dua belas orang, dan di dalamnya kami di sini ada lima anak balita yang tidak pernah diperhatikan sama dokter, yang kedua pak, kami juga tidak pernah mendapatkan asupan vitamin, memang makanan kami ditanggung baik, tetapi asupan vitamin untuk kami sama sekali tidak ada. Dan waktu kami menelefon dibilangnya, dari pihak satgas/tenaga medis kami tidak ada anggaran untuk biaya pembelian vitamin.,“Jelas Oktovina.
“Nah dan sekarang kami semakin bukan membaik, malah semakin memburuk (kondisi kesehatan) pak. Karena kami tidak pernah diperhatikan. Satu orang pun dokter, datang nggak pernah pak. Kami yang ada kami ditelantarkan begini,” tambahnya.
“Kasihan ibu ini masuk dengan keluhan batuk, sampai sekarang nggak ada sama sekali realisasi dikasih obat batuk, malah kami beli obat sendiri di luar pak. Ini teman saya Lisna, pengalamannya sama pak, sakit juga rasanya sama dengan kami pak, kami mohon pak. Ini suami saya, Luistinus, dia dari dinas perhubungan pak, kami juga sama, kami masuk dengan muka cerah, tapi setelah kami di dalam kami dengan muka yang pucat pak.,“ lanjut Oktovina.
“Ini anak saya pak, pasca hari pertama masuk, hari kedua mulai diare, muntah, malah kami minta obat sama sekali ndak dikasih pak. Sampai keadaannya sekarang seperti ini pak. Kami malah beli obat untuk kasih minum dia pak, kami keadaan nya disini begini pak. Kami tidak pernah diperhatikan, dokter pun datang pak saat kami mengeluh, kami ribut, kami berkelahi, lalu datang dikunjungi. Itu pun baru hari ini datang di tensi pak, dan ditensi pasien lain, sedangkan saya tidak ditensi. Alasannya apa pak kami dibikin kayak begini,“ kata Oktovina dengan wajah menangis.
Oktovina mengatakan dirinya tak pernah berharap akan terpapar covid-19. Ia yang memohon dipindahkan ke ruang karantina gedung wanita, mengaku malah dimarahi dan diancam akan dimasukan ke ruangan isolasi.
Padahal menurut Okto, dengan dipindahkannya pasien terpapar covid-19 ke tempat yang nyaman seperti gedung wanita, maka mereka akan merasa lebih nyaman dibandingkan di rumah sakit saat ini.
“Saya juga tidak mau kena penyakit ini pak, tapi saya terpapar dari pasien pak. Jadi kami bersabar pak,” ucapnya lagi.