JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, masih tingginya kasus baru Covid-19 di Jakarta saat masa pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) lantaran perilaku masyarakatnya masih terbilang tak patuh.
Misalnya, kata Dicky, masih banyak masyarakat yang berpergian di saat masa PSBB ini dan seakaan mereka tak peduli terhadap situasi pandemi Covid-19.
“Masyarakat masih pergi-pergi dan seperti tidak peduli pada situasi. Dan ini bahaya sekali,” ujar Dikcy saat dihubungi Okezone di Jakarta, Selasa (29/9/2020).
Baca juga: Menag Positif Corona, 48 Orang di Swab Hasilnya Negatif
Kata Dicky, sekitar 60 persen masyarakat Jakarta masih berperilaku sama seperti sebelum wabah Covid-19 melanda Indonesia. Sehingga wajar saja jika angka kasus baru konfirmasi positif di Ibu Kota tetap naik.