JAKARTA – Dalam beberapa hari belakangan kasus baru virus corona (Covid-19) di wilayah Jawa Barat terus melonjak. Hingga 3 Oktober 2020, total akumulasi kasus di Jawa Barat sudah 23.308 orang.
Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navila Yamani menilai, terjadinya penambahan kasus baru Covid-19 di Jawa Barat menggambarkan penyebaran masih terus terjadi.
“Menggambarkan penyebaran kasus di Jawa Barat masih ada ya atau bahkan tinggi,” ujar Laura saat dihubungi Okezone di Jakarta, Minggu (4/10/2020).
Ia menambahkan aktifnya pemerintah Jawa Barat yang melakukan testing dan tracing menjadi salah satu faktor tingginya kasus baru Covid-19.
Tak hanya itu, lanjut Laura, klaster baru yang ditemukan di wilayah Jawa Barat pun menjadi faktor penunjang bertambahnya kasus virus corona ini.
“Kalau pemeriksaan ditingkatkan dan kemudian kasus juga meningkat artinya penyebaran masih ada. Artinya pemeriksaan tracing dilakukan jumlahnya stuck artinya penyebaran sudah dapat dikendalikan, tapi kenyataannya tidak,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan, terdapat penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 4.007 orang, Sabtu (3/10/2020). Secara total kasus positif Covid-19 menjadi 299.506.